Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

09 Oktober 2009

Menjadi Bangsa Pintar, Meraih Kejayaan




Oleh Zulkifli Al-Humami
____________________


Mengapa masih banyak rakyat miskin di Indonesia—negeri dengan kekayaan alam yang sungguh dahsyat? Begitulah pertanyaan yang kerap muncul dalam benak Heppy Trenggono. Kegelisahan itu membuat pengusaha muda ini  lalu menuangkan pengalamnnya di buku Menjadi Bangsa Pintar.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Republika ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Dalam buku ini setebal 164 halaman ini, Heppy Trenggono menyuguhkan kunci-kunci sederhana untuk kebangkitan kembali Indonesia meraih kejayaan.

30 Januari 2005

Warna-warni Takdir Marwah




Oleh Zulkifli Al-Humami
____________________


Marwah Daud Ibrahim menyimpan banyak “mutiara” politik. Di sela-sela banyak orang masih memandang kaum hawa sebelah mata, kiprahnya sebagai politisi perempuan menambah deret alasan betapa penting biografi politiknya dibaca. Bintang dari Timur adalah buku yang merekam jejak langkah politik perempuan kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, ini.

Mulanya, Suradi, seorang wartawan politik yang bertugas di gedung DPR/MPR, menawarkan niat menulis buku tentang Marwah. Ia tercenung. Perempuan berbintang scorpio ini merasa tak ada yang menarik untuk “direkam” dari karirnya sebagai anggota DPR dan pengurus DPP Partai Golkar. Namun, setelah merenung lama, mantan Wasekjen PB HMI ini sadar, ternyata sudah sepuluh tahun lebih ia berkecimpung di gelanggang politik. Ia merasa bangga kiprah politiknya selama ini menjadi serpihan kecil yang ikut melukis sejarah politik Indonesia di era kontemporer.

29 April 2004

Dia yang Terombang-ambing




Oleh Zulkifli Al-Humami
____________________


Nidah tirani sepertinya bergaris tangan nahas. Ibarat lolos dari cengkraman harimau ia kemudian terpeleset jatuh ke mulut buaya. Dan kini, hidupnya teramat tragis. Kisah nahas itu ia tuturkan bagaikan sebuah reportase jurnalis kepada Muhidin M. Dahlan, seorang yang dulu kerap berdebat dengannya ihwal negara Islam. Dari tangan dingin sahabatnya itulah lahir karya ini: Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur: Memoar Luka Seorang Muslimah.

Buku ini bukan sekadar novel, meski ia bertutur dengan langgam cerita sastra. Ia adalah reportoar sebuah kisah nyata, sebuah lensa yang merekam babak perjalanan hidup perempuan Muslimah yang beralur dramatis, juga tragis: kisahnya sebagai juru dakwah harus berujung pada pilihan untuk melacurkan moralitas, tersebab kecewa.

29 Januari 2004

Membongkar Mitos Metafisis Al-Qur'an

 


Oleh Zulkifli Al Humami
____________________


Perbincangan mengenai al-Qur’an selalu menarik perhatian kalangan pemikir Islam. Modernisasi, yang menelorkan banyak perubahan di segala ranah kehidupan, telah memaksa para pemikir Islam untuk mereinterprestasi al-Qur’an secara fleksibel dan elastis, sehingga mampu menjawab tantangan perubahan zaman.

Sebagai sebuah teks, kandungan makna dalam al-Qur’an tidak pernah kering, apalagi habis untuk ditafsirkan. Kenyataannya, al-Qur’an dapat ditafsirkan secara terbuka, tergantung konteks sosial-budaya yang membentuk struktur nilai dan kesadaran sang pembaca.